SEKILAS INFO
  • 1 bulan yang lalu / http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/10/19/haedar-nashir-membuat-saya-malu/
  • 7 bulan yang lalu / Lelang Alas Sujud DKM Masjid Al-Mujahidin Kukusan Telah Terpenuhi, Maka Lelang Alas Sujud Ditutup. Bagi jamaah yang akan berinfak kami alokasikan untuk kegitanan lainnya.
  • 7 bulan yang lalu / Pawai Ramadhan Masjid Al Mujahidin. Sabtu, 4 Mei 2019 Mulai Ba’da Maghrib.
WAKTU :

In Memorium : Mengenang H. Farhan AR, Tokoh yang Hidup Sederhana.

Terbit 21 Oktober 2019 | Oleh : Zaenal Bastari | Kategori : Hikmah
In Memorium : Mengenang H. Farhan AR, Tokoh yang Hidup Sederhana.

Berita duka itu datang begitu mengejutkan. Melalui WA yang dikirim seorang teman, saya mendapat  kabar bahwa H.Farhan AR, salah seorang tokoh Muhammadiyah Depok, telah dipanggil Allah swt ke hadlirat-Nya pada hari Senin tanggal 14 Oktober 2019, pukul 02.00 dinihari.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Wafatnya H. Farhan AR, sosok yang lembut, santun, sederhana dan  low profile itu, menyisakan kenangan yang teramat indah.  Sifat-sifatnya, mengingatkan kita akan ayahanda beliau, allahuyarham KH AR Fachruddin, togoh legendaris Muhammadiyah yang belum  ada duanya itu.

Beliau yang lahir pada tanggal 7 Juli 1952 itu, dipanggil Allah pada usia 67 tahun, meninggalkan seorang isteri, S.A. Budi Hartati, SKM,  tiga puteri dan beberapa cucu.
Sejak lama memang beliau mengalami gangguan penyakit jantung, yang menyebabkan beliau mengajukan pensiun dini dari kantornya di BKPM. Namun, penyakitnya itu tidak menyebabkan beliau istirahat atau berhenti dari kegiatan dakwah dan memajukan persyarikatan.

Wafatnya beliau menyisakan kedukaan yang amat mendalam bagi ummat Islam Depok dan sekitarnya, khususnya warga Muhammadiyah. Sejak pagi dinihari, berbondong-bondong kaum muslimin datang bertakziah ke rumah duka di Jalan Bima Raya 128 Depok II Tengah itu. Dirumahnya yang sederhana itulah – rumah yang tampaknya belum sempat direhab sejak diterimanya dari pihak penembang beberapa puluh yang lalu – jenazah allahuyarham disemayamkan. Rumah yang sederhana. Terlebih bila dibandingkan dengan rumah-rumah disekitarnya yang sudah banyak mengalami renovasi.

Silih berganti kaum muslimin dan muslimat yang datang melayat, memberikan penghormatan terakhir  terhadap jenazah Allahuyarham, yang hampir sebagian besar usianya digunakan untuk kegiatan dakwah dan memajukan persyarikatan itu. Menurut keluarga, rencananya jenazah akan dishalatkan bakda shalat  Zuhur di masjid Al Ikhlas Komplek BKPM, sambil menunggu keluarga yg masih dalam perjalanan dari Jogjakarta. Pelayat yang  tak sempat menunggu sampai zuhur,secara bergantian melaksanakan salat jenazah dan mendoakan jenazah beliau di rumah yang sempit dan sederhana itu.

Pertemuan  terakhir saya dengan allahuyarham pak Farhan, terjadi pada tgl 20 September 2019. Ketika itu beliau bertindak sebagai imam dan khotib shalat Jum’at di masjid Al Mujahidin Kukusan Depok. Selesai shalat jum’at beliau banyak berbicara mengenai kegiatan dakwah dan perkembangan persyarikatan Muhammadiyah. Kebetulan pada waktu itu ada seorang jamaah yang tampak sangat akrab dengan beliau. Kami membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan dakwah dan dinamika persyarikatan. Belakangan saya ketahui, jamaah yang akrab dengan pak H. Farhan itu bernama H. Muhammad Anwar, seorang yang berasal dari Palembang. Menurut pak Farhan, ayah beliau (HAR Fachrudin – biasa disapa Pak AR) pernah tinggal di rumah keluarga pak Anwar sewaktu pak AR bertugas sebagai muballigh Muhammadiyah di Palembang pada sekitar tahun1935-an. Dan pak Anwarpun pernah tinggal di rumah pak AR, sewaktu kuliah di Yogakarta. Pantas saja kedua keluarga itu nampak begitu akrab.

Kepada pak Anwar, pak Farhan memperkenalkan saya sebagai mantan Bendahara PDM Depok. Memang, bersama bapak Drs. H. Muhammadan Arifin, saya pernah menjadi Bendahara PD Muhammadiyah Depok pada masa kepemimpinan beliau periode 2005-2010. Sebelumnya, pada periode th 1990-1995 dan periode 1995-2000, saya membantu beliau sebagai sebagai Sekretaris  bersama Drs. M. Achmadi Yusuf.
Untuk mengenang kepemimpinan beliau dalam menggerakkan roda persyarikatan, berikut kami kutip susunan kepengurusan PD Muhammadiyah Depok selama tiga periode kepemimpinan beliau:

Periode 1990-1995
Ketua             : Drs. H. Farhan AR
Wk Ketua I    : KH M. Usman
Wk. Ketua II  : H.M. Syamsuddin
Srkretaris      : Drs. M. Achmadi Yusuf
Wk. Sekr        : Zaenal Abidin, BA
Bendahara.   : H. Wazir Nuri
Anggota2.     : Drs. H. Muh. Muslim,
H. Kastubi, BA, H. M. Awab Usman, Syamsudin MN dan Sa’dun Shaleh, BA

Periode 1995-2000:
Ketua.               : Drs. H. Farhan AR
Wk Ketua I.       : H.M.Syamsuddin
Wk. Ketua II.     : H. Wazir Nuri
Sekretaris.        : H. Zaenal Abidin
Wk. Sekr.           : Drs. M. Achmadi Ys
Bendahara.       : H. Kastubi, BA
Anggota2.         : Drs.H. Muh. Muslim, Drs. Muhsin MK, Drs. H. Yus Rusdi, Drs. Muhammadan Arifin, Syamsudin MN.

Dalam Musda ke IV yang diselenggarakan di Sawangan pada tahun 2006 beliau terpilih kembali sebagai Ketua PD Muhammadiyah Depok periode 2005-2010 melalui pemungutan suara, yang hasilnya sbb:
1. Drs. H. Farhan AR (99 suara)
2. Drs. M. Achmadi Yusuf (84 suara)
3. Drs. H. Muh. Muslim (78 suara)
4. Dr. Ir. Muchdie (75 suara)
5. Drs. Tajmaludin E. (69 suara)
6. Drs. Muhamadan Arifin (65 suara)
7. Dr. Hasan Rahmat (59 suara)
8. H. Zaenal Abidin, S.Ag (54 suara)
9. Ir.H.Syamsul Kamar (53 suara)
10. H. Wazir Nuri (49 suara)
11. Drs. Nasrudin (48 suara)
12. Drs. H. Mustopa (47 suara)
13. Drs.Syahminan Lubis (47 suara)

Jadi selama hayatnya, beliau memimpin PD Muhammadiyah Depok selama tiga periode, yaitu periode 1990-1995, periode 1995-2000, dan periode 2005-2010. Pada periode 2000-2005, PD Muhammadiyah Depok diketuai oleh H. Wazir Nuri, dan Pak Farhan sebagai Wakil Ketua.

Kini beliau telah kembali kehadlirat Allah swt, meninggalkan keluarga dan persyarikatan yang sangat dicintainya.

انا لله و انا اليه راجعون
اللهم اغفرله وارحمه وعا فه واعف عنه

Selamat Jalan Saudaraku, H.Farhan AR,  berangkatlah dengan tenang, semoga Allah dan para malaikat akan menyambutmu dengan penuh sukacita.  Karena engkau pulang ke hadlirat-Nya dengan membawa amalan-amalan kebaikan, yang telah kau rajut selama engkau hidup di dunia ini.

H. Zaenal Abidin
alfakier

SebelumnyaBerbaik Sangka Kepada Allah SWT SesudahnyaMemakmurkan Masjid

Tausiyah Lainnya