SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/10/19/haedar-nashir-membuat-saya-malu/
  • 8 bulan yang lalu / Lelang Alas Sujud DKM Masjid Al-Mujahidin Kukusan Telah Terpenuhi, Maka Lelang Alas Sujud Ditutup. Bagi jamaah yang akan berinfak kami alokasikan untuk kegitanan lainnya.
  • 9 bulan yang lalu / Pawai Ramadhan Masjid Al Mujahidin. Sabtu, 4 Mei 2019 Mulai Ba’da Maghrib.
WAKTU :

AGAR MATI TETAP DIKENANG

Terbit 18 Oktober 2019 | Oleh : Zaenal Bastari | Kategori : Uncategorized
AGAR MATI TETAP DIKENANG

AGAR MATI TETAP DIKENANG

(Mengenang Sosok Mulia KH. Farkhan AR)
Disampaikan sbg materi khutbah Jumat di Masjid Al Mujahidin Kukusan, 18 Okt 2019/19 Shafar 1441.

Ada sebuah pepatah, “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan Nama.”

فَلَمَّا آسَفُونَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ (.) فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلا لِلآخِرِينَ

“Maka tatkala mereka membuat kami murka, kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), Dan kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (QS. Az-Zukhruf: 55-56)

Namrudz dan Fir’aun dikenang sbg raja-raja zhalim Qarun dikenang dengan kesombongannya.
Kaisar Nero dan Hitler dikenang tp kekejamannya.
Abu Lahab dan Abu Jahal dikenang dg kekufuran, kesyirikan dan permusuhannya yang keras terhadap Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat.

Tapi Muhammad dikenang penuh rahmat bg alam semesta ini. Harum namanya dan paling dikenang jasa-jasanya oleh manusia sepanjang zaman di dunia dan akhirat berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَك

“Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.” (QS. Al-Insyirah: 4)

Abu Hayyan rahimahullah menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, “Bahwa Allah menyebutkan nama nabi shallallahu alaihi wa sallam bersama dengan nama-Nya di dalam kalimat syahadat, adzan, iqomat, tasyahud, khutbah, di dalam beberapa ayat Al-Qur’an, dalam penamaannya sebagai nabi dan rasul Allah, dan disebutkan pula namanya di dalam kitab-kitab (Allah) terdahulu.” (Al-Bahrul Muhith Fit Tafsir (10/500), Darul Fikri, cet. Pertama th. 1426 H / 2005 M).

7 S Agar dikenang setelah mati

1. Senantiasa berdisiplin dg keimanan dan ketakwaannya kepada Allah kapanpun dan di manapun.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ” إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِى جِبْرِيلُ فِى السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى أَهْلِ الأَرْضِ ”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala apabila mencintai seorang hamba, Dia memanggil malaikat Jibril (seraya mengatakan, pent), “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia”, maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril berkumandang di langit dengan mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah ia”, maka (para malaikat) penghuni langit pun mencintainya, lalu ditanamkan rasa menerima (dan mencintainya, pent) pada penduduk bumi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Sedia memberi sedikit ilmunya saat dibutuhkan, 3. Shodaqoh jariyah dan 4. Melahirkan anak-anak dan karya sbg buah ke-Sholeh-annya

إِذَا مَاتَ إِبْنُ آدَمَ إِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ, أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِه, أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendo’akannya.” [HR. Muslim)

5. Sederhana (zuhud terhadap apa yang ada pada manusia)

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Engkau senantiasa menjadi mulia di mata manusia, atau manusia senantiasa memuliakanmu jika engkau tidak mengambil apa yang ada di tangan manusia. Jika engkau mengambil apa yang ada di tangan manusia, mereka meremehkanmu, membenci perkataanmu dan benci kepadamu.” (Jami’ul ‘Uluum wal Hikam, al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, II/204-205)

6. Selalu ramah dan santun kpd siapapun (Berakhlak dan bermuamalah yang baik)

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)

7. Suka membantu dan meringankan beban orang

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami).

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Secara garis besar, sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain, dan paling bersabar dalam menghadapi gangguan manusia.

Wallahu a’lam..
Irfanudin Rafiudin

SebelumnyaLelang Alas Sujud SesudahnyaBeasiswa Pendidikan Yatim & Dhuafa

Berita Lainnya

0 Komentar