SEKILAS INFO
  • 4 minggu yang lalu / http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/10/19/haedar-nashir-membuat-saya-malu/
  • 6 bulan yang lalu / Lelang Alas Sujud DKM Masjid Al-Mujahidin Kukusan Telah Terpenuhi, Maka Lelang Alas Sujud Ditutup. Bagi jamaah yang akan berinfak kami alokasikan untuk kegitanan lainnya.
  • 6 bulan yang lalu / Pawai Ramadhan Masjid Al Mujahidin. Sabtu, 4 Mei 2019 Mulai Ba’da Maghrib.
WAKTU :

Memakmurkan Masjid

Terbit 22 Oktober 2019 | Oleh : Zaenal Bastari | Kategori : Hikmah
Memakmurkan Masjid

Dari sekian banyak keutamaan memakmurkan masjid, setidaknya ada tiga hal utama yang bisa menjadi kekuatan kita untuk dapat mengamalkannya.

Pertama, adalah ukuran membuktikan kebenaran iman.  Kedatangan seorang muslim ke masjid dalam rangka memakmurkannya dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat membuatnya harus diakui sebagai orang yang dapat membuktikan keimanan, karenanya kita pun tidak perlu meragukan keimanan orang yang suka datang ke masjid, Rasulullah saw bersabda:

اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْا لَهُ باِلإِيْمَانِ

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

Keutamaan memakmurkan masjid yang kedua adalah mendapatkan perlindungan pada hari kiamat.   Orang yang sering datang ke masjid dalam rangka memakmurkannya menunjukkan bahwa ia memiliki ikatan batin dengan masjid.  Kecintaan kita kepada masjid memang seharusnya membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid.  Manakala seseorang telah memiliki ikatan hati yang begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah pada hari akhirat, Rasulullah saw bersabda:

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: …seseorang yang hatinya selalu terpaut denngan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga yang merupakan keutamaan memakmurkan masjid adalah memperoleh derajat yang tinggi dan ampunan.  Mencapai derajat yang tinggi dan memperoleh ampunan dari Allah swt merupakan dambaan setiap muslim, untuk meraihnya bisa dilakukan dengan datang ke masjid dalam rangka memakmurkannya.  Manakala seseorang suka ke masjid, maka langkah-langkah kakinya akan dinilai sebagai penghapus dosa dan pengangkat derajat, Rasulullah saw bersabda:

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَضْعُفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَسُوْقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ ضِعْفًا وَذَالِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَيُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَخُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَيْهِ مَادَامَ فِى مُصَلاَّهُ مَالَمْ يحدثْ اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَيْهِ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلاَيَزَالُ فِى صَلاَةٍ مَاانْتَظَرَ الصَّلاَةَ –

Shalat seseorang dengan berjamaah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Sebabnya ialah karena bila ia berwudhu dilakukannya dengan baik lalu pergi ke masjid sedang kepergiannya itu tiada lain dari hendak shalat semata-mata, maka setiap langkah yang dilangkahkannya, diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuskan dosanya sebuah. Dan jika ia sedang shalat, maka para malaikat memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada di tempat shalat itu selagi ia belum berhadts, kata mereka: “Ya Allah, berilah orang ini rahmat, Ya Allah kasihilah dia. Dan orang itu dianggap sedang shalat sejak ia mulai menantikannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda:

Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia berjalan untuk menandatangani salah satu masjid di antara masjid-masjid Allah, demi menunaikan suatu kewajiban dari kewajiban-kewajiban yang ditetapkan Allah, maka salah satu dari setiap langkahnya itu akan menghapuskan dosa serta langkah yang satunya lagi akan mengangkat derajatnya (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi dan Hakim).

Dengan demikian memakmurkan masjid dengan niat yang ikhlas karena Allah swt membuat kita berbahagia di dunia maupun di akhirat sehingga ketenangan, rahmat atau kasih sayang Allah swt bahkan kemampuan melewati jembatan menuju surga akan kita dapatkan, Rasulullah bersabda:

Masjid itu adalah rumah setiap orang yang bertaqwa, Allah memberi jaminan kepada orang yang menganggap masjid sebagai rumahnya, bahwa ia akan diberi ketenangan dan rahmat serta kemampuan untuk melintasi shiratal mustaqim menuju keridhoan Allah, yakni surga (HR. Thabrani dan Bazzar dari Abud Darda ra).

 

Dikutip dari berbagai sumber.

SebelumnyaIn Memorium : Mengenang H. Farhan AR, Tokoh yang Hidup Sederhana. SesudahnyaSholat Anak Kecil (Tulisan Pertama)

Tausiyah Lainnya